Tuesday, July 7, 2026

Denganmu, aku belajar bahwa bahagia ternyata sesederhana menemukan seseorang yang mampu membuat hati merasa pulang.

Di dekatmu, aku tak perlu berpura-pura menjadi siapa pun. Aku bisa menjadi diriku sendiri, dengan segala kurang dan lebih yang kumiliki.

Denganmu, aku merasa utuh. Bukan karena hidupku telah sempurna, tetapi karena kehadiranmu mengisi ruang-ruang kosong yang selama ini tak mampu dijelaskan oleh kata-kata.

Terima kasih telah datang, lalu mengajarkanku bahwa dicintai dengan tulus adalah anugerah yang tak semua orang beruntung memilikinya.

Dan jika kelak waktu memisahkan langkah kita, satu hal yang akan selalu kuingat adalah... pernah ada seseorang yang membuatku percaya bahwa hati ini pantas untuk kembali mencintai.

Karena itu, selama semesta masih mengizinkan, izinkan aku tetap mencintaimu bukan hanya saat semuanya mudah, tetapi juga ketika dunia sedang mengajarkan kita arti bertahan. 🤍

Monday, July 21, 2014

Menyikapi penyakit dengan pikiran yang positif......
      
               Ketika kita mengalami persoalan  dalam hidup  jangan pernah merasa  dunia  akan kiamat,  tapi cobalah untuk menyikapinya dengan sabar dan iklas. Disini saya ingin berbagai bagaimana seharusnya kita menyikapi segala sesuatu yang kita hadapi. jika kita pernah atau sedang terserang oleh satu jenis penyakit yang berdasarkan vonis dokter sangat berbahaya. yang pertama dilakukan adalah meyakini bahwa penyakit tersebut bisah disembuhkan karena setiap penyakit pasti ada  obatnya selanjutnya jalani pengobatan dan tak lupah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. satu hal yang sering di jumpai bahwa saat datangnya penyakit selalu berpikir bahwa yang terjadi bukan karena penyakit tapi karena disantet atau sihir, pemikiran ini sering menghambat kita untuk berusaha lebih kontinyu dalam pengobatan medis dan pada akhirnya kita pasrah dengan pemikiran kita tentang bagaimana menghilangkan santet atau sihir. banyak pengalaman orang yang bepikir penyakit yang dideritanya karena disantet atau di sihir sehingga tidak berobat rutin secara medis padahal kalau mau dilihat jaman sekarang sudah canggi penyakit yang bersarang di tubuh pun bisah dilihat atau diketahui secara medis namun masih ada yang percaya akan tahayul.
              ketika kita meyakini sesuatu dengan penuh keyakinan maka itulah yang sesunguhnya akan terjadi. ketika kita menyakini penyakit kita akan sembuh maka itu pasti akan terjadi, ketika kita berpikir bahwa penyakit kita bisah sembu maka itulah awal kita berpikir positif terhadap apa yang terjadi pada kita dan yang kita jumpai nantinya adalah hal - hal positif dengan mengenali jenis penyakit yang kita derita serta tindakan apa yang harus di ambil utuk menyembuhkannya.
                Manusia adalah mahluk sosial yang punya empati terhadap sesama, maka saya mengajak kita jika kita punya persoalan  khususnya penyakit jangan pernah menutup diri mungkin saat kita membuka diri terhadap sesama  maka kita mendapatkan pengalaman yang menjadi guru terbaik dalam mengatasi persoalan kita. dan yang terpenting adalah menyerahkan segala penyakit kita kepada yang Maha Kuasa. selamat berjuang............
 

Tuesday, July 2, 2013

CERITA HATI



Menjelang petang, menanti malam memandang sang bulan yang selalu ditemani bintang- bintang aku terpaku sejenak ku undo memori yang telah lama berlalu, dalam ku memandang kebahagian yang tak pernah tergantikan oleh apapun disana kamu ada, disana kamu bagai bintang yang selalu memancarkan cahaya kemilau kau tak terlukiskan dengan apapun, disini aku hanya bisa mengenang tampa dapat membawamu kembali dari kenangan-kenangan itu, kau mengores banyak kata dan makna yang saat ini harus aku pelajari agar aku tetap hidup bersama kebahagian yang walaupun hanya dapat kukenang. Saat terakhir kalinya kau titip senyum itu tak pernah ku bayangkan kau akan pergi meninggalkanku dengan sejuta duka yang ku rasakan, begitu indah dan hangatnya senyumaan itu hingga tak kuasa aku melupakannya. disana ku yakin kau tetap menggingat akan daku ku yakin itu karena aku merasakannya walau sekatapun tak pernah kudengar kembali kau menanyakan tentang aku.
ditempat ini berkali-kali aku datang, berkali-kali pulah aku mengenang dirimu terkadang aku bertanya salakah aku jika sesekali ku merindukan dirimu, salahkah aku jika aku jujur masih ada sedikit cinta yang tertingal untuk dirimu yang walau ku tahu kau telah memilih dia untuk melanjutkan perjalanan kisah cinta hidupmu, tak pernah sedikitpun aku berpikir untuk membencimu ataupun sedikit menyalahkan dirimu atas segala yang kau dan aku alami saat itu ku sadar kau dan aku terjebak dalam perbedaan tak pernah kita harapkan, dengan penuh kerelaan aku melepas dirimu karena aku merasa keputusan yang tak pernah kau ucapkan padaku adalah yang terbaik buat aku dan dirimu walau segalanya harus aku relakan walau kehilanggan dirimu adalah sejarah penderitaan terbesar yang ku alami dalam hidupku, perpisahan itu membuat aku harus pergi jauh dengan harapan agar dapat melupakan dirimu serta menggubur segala rasa yang timbul dari semua persoalan yang ku hadapi saat itu. tragis ku rasakan hampir separuh hidupku terasa hampa tak berguna bila ku kenang, hm..... lumayan bilah membuat rambutku sedikit rontok dan harus aku pangkas sependek mungkin dan wajah yang tadinya tak berjerawat akhirnya jerawat juga, wah.... terasa nikmat penderitaan saat itu air mata tak pernah kering seakan- akan ada mata air yang mengalir tiada hentinya.
Segala upaya kulakukan untuk melupakan dirimu, menyedihkan kehidupanku saat itu sejalan dengan tugas pekerjaan yang jauh dari kota dan jauh dari keberadaan dirimu, tanpa henpon, tanpa pak Pos, tanpa surat kabar, tanpa TV ataupun alat komunikasi lainnya. Malam-malamku kuhabiskan bersama lentera yang sangat sederhana dalam keburaman dan kehampaan hidup saat itu, beraktifitas pada siang hari dan malam hari kulalui dengan segala kepedihanku namun kusadari keadaan seperti ini sangat
mendukung suasana hati dan hidupku. Aku merasa terpuruk seperti keadaan tempat tugas kerjaku sedikit terlukis keadaan daerah itu yang sangat gersang yang nampak hanya pohon- pohon asam yang tingal ranting tanpa daun, rumputpun tak tersisa lagi, saat angin menerpa maka butiran- butiran debupun ikut berterbangan, disiang hari matahari tak pernah bersahabat maklum daerah bayang-bayang ujan kata orang disana dimana kalau dilihat awannya lumayan banyak namun takpernah turun hujan terkadang jika awan mulai mengumpul gelegar kilat bergemuru anggin bertiup kencang maka hujan tak akan turun. dan akhirnya bersama bergulirnya waktu akupun bisa
melupakan dirimu walau tidur malamku kau selalu datang dalam mimpi-mimpiku.
(hal terindah dalam hidupku adalah bisa mencintaimu dan pernah menjadi kekasihmu walau akhirnya kau menjadi milik orang lain karena ku sadar begitu banyak kaum ku yang tergila-gila padamu walau tak sampai gila juga dan aku akui itu hahaha....... disisi lain banyak juga kaum mu yang membenci dirimu karena aku tak dapat berpaling dari mu..... itu dulu...) banyak hal yang membuat aku tersenyum sendiri dalam kesendirianku jika ku membuka kembali memori yang telah lama ku simpan jika memeori itu berbentuk sebuah benda mungkin sudah kusam atau usang termakan waktu namun memori ini masi segar dalam kalbuku karena bersama mu seakan mengukir banyak cerita yang tak akan terlupakan dan itu yang membuat aku harus menoreh cerita di wadah ini.
Sesaat ku menghembus napasku dalam-dalam melepas segala kepenatan hati, ku sadar kini yang tertingal hanya puing-puing kenangan dan aku harus tetap menjalankan hidup tanpa harus memikul segala penyesalan akan cinta masa laluku. ku ingin selalu tersenyum bahagia karena kebahagian itu selalu ada dalam hati kita, dari persoalan demi persoalan yang ku lalui ternyata kebahagiaan tak akan datang dari luar diri kita sebelum dari hati kita  merasa bahagia.
          Ah… cinta pertamaku yang telah lama berlalu namun tetap terasa indah. Ingin rasanya seperti itu kembali namun di hati kecilku masih ada rasa takut, yah takut gagal seperti yang pernah ku alami. Aku hanya berdoa kiranya dia kembali bersama cinta yang pernah ku rasakan walau dalam wujud makluk lain. Dalam perjalanan kisah ku, sejauh ini telah kutemui segumpal hati yang benar-benar mencintaiku namun separuh hatiku masih ragu akan ketulusan hati itu, dia begitu baik, santun, setia dan masih banyak lagi hal yang baik darinya namun aku sering bertanya apakah dia yang harus aku cintai, apa benar aku mencintainya seakan aku tak sepenuhnya mengenal dia namun semuanya ku pasrahkan pada waktu yang akan terus berjalan bersama langkah kakiku……

Dear